Dipacu pelonggaran ekspektasi moneter global

IHSG Naik Signifikan ke Level 8.125

Indeks harga saham gabungan di BEI Jakarta menguat 13,50% pada pembukaan perdagangan Kamis (28/4/25) pagi. (Foto: Gardu.id/ist)
banner 468x60

Jakarta, Gardu.id – Pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (16/10/25), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan signifikan sebesar 74,55 poin atau 0,93% ke level 8.125,72 setelah sepanjang sesi bergerak fluktuatif di rentang 8.030-8.144.

Situasi positif mulai nampak sejak pagi. IHSG bergerak menguat dan dibuka 13,50 poin atau 0,17% ke posisi 8.054,68. Penguatan dipacu ekspektasi pelaku pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter di tingkat global pada akhir 2025.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Data BEI menunjukkan, total transaksi mencapai Rp11,14 triliun dengan volume perdagangan 14,47 miliar saham dan frekuensi 1,29 juta kali. Tercatat, ada 411 saham menguat, 239 saham melemah, dan 152 saham stagnan.

Pada perdagangan Rabu (15/10/25), bursa saham Eropa ditutup variatif. Euro Stoxx 50 menguat 0,89%, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,30%, indeks DAX Jerman melemah 0,23%, dan indeks CAC Prancis menguat 1,99%.

Penutupan variatif juga terjadi di bursa saham AS di Wall Street pada perdagangan Rabu (15/10/25), diantaranya S&P 500 menguat 0,40% ke 6.671,31, indeks Nasdaq menguat 0,68% ke 24.745,70, sementara Dow Jones melemah 17,15% ke 46.253,46.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 349,83 poin atau 0,74% ke 48.032,80, indeks Shanghai menguat 7,05 poin atau 0,16% ke 3.919,25, indeks Hang Seng menguat 35,90 poin atau 0,09% ke 25.924,50, dan indeks Strait Times melemah 17,61 poin atau 0,40% ke 4.350,07.

Jerome Powell Ketua The Fed membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut dan mengisyaratkan program pengetatan neraca (quantitative tightening) bank sentral mendekati akhir.

Sikap Jerome Powell itu memacu ekspektasi pelonggaran moneter tambahan pada tahun ini, dengan pasar memperkirakan sekitar 48 bps pemangkasan suku bunga hingga Desember 2025.

Sementara itu, pelaku pasar saham masih dibayangi ketegangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan China setelah Donald Trump Presiden AS mengancam akan menerapkan embargo minyak goreng terhadap China. Ancaman itu merupakan balasan atas kebijakan China yang membatasi ekspor mineral tanah jarang dan tidak membeli kedelai dari AS.

Trump juga sempat menyebut rencana penerapan tarif tambahan 100% terhadap seluruh barang impor asal China.

Dari kawasan Asia, di China kembali terjadi deflasi 0,3% (year on year/yoy) pada September 2025 dari deflasi 0,4% (yoy) pada Agustus 2025, dan lebih rendah dari estimasi yang diperkirakan terjadi deflasi 0,1% (yoy).

Dari dalam negeri, utang luar negeri tercatat meningkat menjadi US$ 431,9 miliar, sementara pelemahan penerimaan pajak mendorong pemerintah menimbang penurunan tarif PPN untuk menjaga daya beli.

Danantara Indonesia melakukan efisiensi besar dengan memangkas komisaris dan bonus BUMN, atau menghemat Rp8,28 triliun per tahun, sedangkan Kementerian Keuangan meluncurkan kanal ‘Lapor Pak Purbaya’ untuk menguati transparansi fiskal.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60