Seminar IKWI Jatim Sambut HPN 2026

Dominasi Medsos, Arumi Minta Perempuan Bijak Akses Internet

Arumi Bachsin menjadi keynote speaker semjnar tentang pentingnya peran perempuan menghadapi era digital yang digelar IKWI Jatim menyambut HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI di Balai Wartawan, Jumat (10/4/2026). (Foto: ikwi pwijatim)
banner 468x60

Surabaya, Gardu.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak para perempuan untuk bijak dalam berinteraksi dan mengakses sosial media (sosmed). Sebab, sebagai ‘penguasa’ dunia sosmed, perempuan menjadi garda terdepan dalam akses dan menyebarkan informasi untuk keluarganya.

”Ibu-ibu harus bisa menyaring informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak. Ibu-ibu harus juga bisa membedakan, mana informasi yang benar dan hoax umtuk anak-anak. Saya berharap ibu-ibu juga harus menyaksikan atau akses informasi yang positif positif saja untuk anak-anak,” ujarnya pada seminar ‘Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital’ di Balai Wartawan Kantor PWI Jatim di Surabaya, Jumat (10/4/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Saat menjadi Keynote Speaker seminar yang digelar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) PWI Jatim itu, Arumi memaparkan demografi penduduk Jatim pada 2025 terbagi 21,10 juta pria dan 21,25 juta perempuan dengan fakta pengguna internet di Indonesia mencapai 80,66% jumlah penduduk dan 56,3% diantaranya adalah kaum perempuan. Perempuan pengguna medsos mencapai 56,3%, lebih tinggi dari 2021 yang tercatat sekitar 52,6%.

“Media sosial apa saja yang banyak diakses di Indonesia. WhatsApp 91,7%, Instagram 84,6%, Facebook 83,0%, Tiktok 77,4%, Telegram 61,6 %, dan Messenger 50,5%. Jadi ibu-ibu harus mengontrol dengan ketat penggunaan medsos untuk menjaga anak-anak,” ujar Arumi.

Istri Wakil Gibernur Jatim Emil Dardak itu juga berharap perempuan mampu memilih media yang benar atau hoax sekaligus bagaimana mengatasinya. ”Jadi ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di medsos sebelumnya disebarkan ya,” ujarnya.

Arumi juga menyarankan, perempuan menghindari update status real time di medsos. “Sebab, ini berbahaya. Karena, orang bermaksud jahat tahu posisi kita sebenarnya. Jadi saya bila update status di medsos biasanya tidak real time. Ke Bromo pagi, tiba di rumah malam baru update status di FB,” katanya.

Kegiatan pengurus IKWI Jatim yang diikuti sekitar 100 peserta, termasuk anggota Ikatan Pelukis Wanita Indonesia (IPWI) Jatim, itu digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan ulang tahun ke-80 PWI. Seminar menghadirkan pembicara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Provinsi Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jatim Sri Untari Bisowarno, dan Wakil Direktur UKW PWI Pusat Eko Pamuji.

“Perempuan, khususnya ibu-ibu, memiliki peran penting dalam era medsos, karena posisinya sebagai panutan dalam mendidik anak-anak di keluarganya,” kata Ketua IKWI Jatim Endang Suprapti saat melaporkan kegiatan itu sebelum seminar dimulai.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim yang telaten mendampingi ibu-ibu menggelar seminar mengatakan, menguasai informasi itu sangat penting dilakukan di era digital dan kedudukan ibu-ibu sangat vital bagi keluarganya.

“Untuk bisa menguasai informasi, maka kuasai wartawan. Untuk bisa menguasai wartawan, kuasailah istri-istrinya,” katanya bercanda.

Menurutnya, pengguna medsos di Indonesia, khususnya Jatim, jumlahnya 50%-50% antara wanita dan pria. “Yang terpenting, informasi dari ibu lebih dipercaya di mata keluarga. Karena itu, ibu-ibu harus juga hati-hati memilih informasi untuk anak-anaknya.”

Sementara pada sesi diskusi panel, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Putut Darmawan yang mewakili Kadis Kominfo Sherlita mengatakan, ada aplikasi yang bisa mengontrol anak-anak mengakses medsos. Aplikasi tersebut tersedia gratis dan bisa dicari di google.

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari menilai, selain membatasi akses medsos untuk anak-anak, langkah penting yang bisa dilakukan ibu-ibu adalah berdoa.

“Jadi saya selalu berdoa untuk kesuksesan anak-anak. Doa ibu lebih mustajab. Alhamdulilah, anak-anak saya berhasil dan sukses,” tuturnya.

Wadir UKW PWI Pusat Eko Pamuji menyatakan perlunya para perelpuan, terutama ibu-ibu rumah tangga untuk bersikap skeptis dan waspada di era medsos seperti sekarang ini.

“Dunia internet di genggaman tangan kita itu seperti hutan yang banyak binatang buas. Jadi kita harus tetap waspada bila menerima informasi di medsos. Check and recheck jangan dilupakan,” kata mantan Sekretaris PWI Jatim itu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60