Hubungan Dagang AS-Korsel Terguncang Usai Penggerebekan Pabrik Hyundai

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. (Foto: ist)
banner 468x60

Seoul, Gardu.id – Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada Kamis (11/09/25) menilai, penggerebekan keimigrasian yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) di pabrik Hyundai merupakan tindakan yang ‘membingungkan’ dan  berpotensi merugikan investasi Korea Selatan di AS pada masa mendatang.

Operasi tersebut tercatat sebagai penggerebekan antiimigrasi terbesar di satu lokasi sejak Donald Trump kembali menjabat Presiden AS pada Januari lalu, dan menjadikan pengetatan kebijakan imigrasi sebagai agenda politik utamanya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam konferensi pers, Lee menyebut aksi penggerebekan tersebut kemungkinan akan membuat perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan menjadi ‘ragu’ untuk menanamkan modal di AS.

Kekhawatiran semakin menguat setelah sekitar 300 pekerja Korea Selatan ditahan pekan lalu dalam penggerebekan besar di pabrik baterai Hyundai-LG di negara bagian Georgia. Insiden itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan bisnis di AS.

Lee menjelaskan, para pekerja yang ditahan akan dibebaskan pada pukul 15.00 waktu Korea Selatan, Kamis (11/9/25), dan segera dipulangkan ke Korea Selatan.

“Setelah peristiwa penahanan ini, perusahaan Korea Selatan tentu saja mempertanyakan apakah pendirian pabrik di AS layak dibandingkan risiko yang mungkin ditimbulkan. Situasi ini bisa sangat memengaruhi keputusan investasi di masa depan, khususnya dalam menilai kelayakan operasional langsung di AS,” ujar Lee menambahkan.

Insiden tersebut juga memicu kemarahan publik Korea Selatan, terutama karena terjadi tidak lama setelah penandatanganan perjanjian dagang besar antara kedua negara yang bertujuan mencegah ancaman tarif besar-besaran dari Trump.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun, langsung terbang ke Washington untuk menyelesaikan persoalan yang berkembang menjadi masalah diplomatik serius.

Lee menegaskan, Seoul tengah berdialog dengan Washington, agar penerbitan visa untuk kepentingan investasi dapat berjalan normal.

Menurutnya, langkah tersebut bisa mencakup ‘penambahan kuota visa’ atau bahkan pembentukan kategori visa baru. Ia pun yakin bahwa ‘pemerintah AS akan menemukan solusi’.

“Namun, dalam kondisi seperti sekarang, perusahaan Korea Selatan akan berpikir dua kali sebelum melakukan investasi langsung di AS,” tegasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60