Jakarta, Gardu.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan santunan uang senilai Rp300 juta untuk membantu rekonstruksi ambruknya mushala pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Bantuan itu diserahkan ke Ponpes Al Khoziny, melengkapi pengerahan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang turun mengevakuasi korban sejak awal kejadian, Senin (29/9/25) sore.
“Peristiwa ini sangat mengguncang, apalagi terjadi di tengah ibadah. Kami hadir langsung ke lokasi sebagai bentuk empati dan komitmen Baznas untuk mendampingi para korban dan pengelola pesantren. Bantuan awal Rp300 juta kami salurkan dan Tim BTB sudah bergerak sejak awal kejadian,” kata Ketua Baznas Noor Achmad melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (1/10/25).
Dia menyatakan, Baznas akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga medis, dan relawan, untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan optimal.
“Fokus utama kami saat ini adalah membantu penyelamatan dan penanganan korban luka-luka. Selanjutnya kami akan pastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan pesantren dan para santri,” ujarnya.
Noor menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan dalam pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan. Keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan gedung di lingkungan ponpes.
Namun, Meskipun demikian pihaknya tidak menyalahkan siapapun atas musibah tersebut karena pembangunan pesantren seringkali berjalan karena semangat kebersamaan yang besar.
“Kami ikut belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban dan semoga korban yang masih tertimbun dapat segera dievakuasi dalam keadaan selamat, dan kami berharap keluarga yang ditinggalkan dapat sabar dan tawakal,” tutur Noor.
Kantor SAR Surabaya di Jawa Timur menerima laporan insiden terjadi Senin (29/9/25) sore sekitar pukul 15.35 WIB. Peristiwa ambruknya bangunan tiga lantai di lingkungan Ponpes Al Khoziny itu terjadi menjelang para santri melaksanakan shalat ashar berjamaah di mushala di lantai dasar.





