Kota Malang, Gardu.id – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Malang Raya resmi ditutup Rektor Universitas Insan Budi Utomo (UIBU). Sejumlah 30 peserta dari berbagai jenjang dinyatakan lulus.
UKW periode ke-59 ini diikuti 34 peserta yang terinci 17 orang jenjang Muda, 12 orang madya dan 5 wartawan yang diuji di jenjang Utama.
Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono mengungkapkan, UKW ini tidak semudah yang dibayangkan, meskipun yang diujikan merupakan kegiatan yang sehari-hari. Namun pada saat ujian, pekerjaan keseharian tersebut diteorikan.
“UKW sangat penting bagi profesionalitas wartawan maupun media. UKW memang tidak semudah yang kita bayangkan,” kata Cahyono.
Menurutnya, peserta yang lulus UKW ini harus memiliki etika dalam melakukan kerja jurnalistik dan Dewan Pers.
Ia juga mengatakan, wartawan yang belum lulus bisa melaksanakannya di periode berikutnya.
“Pendidikan UKW ini harus profesional untuk menentukan wartawan yang kompeten,” ujarnya.
UKW yang digelar PWI Malang Raya ini sesuai regulasi mengadakan tiga jenjang, yakni muda, madya dan utama.
Cahyono mengatakan bahwa PWI Malang Raya tercatat telah meluluskan sekitar 100 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, UKW kali ini senggaja tidak membuka kuota nasional.
“Meskipun tidak membuka pendaftaran secara nasional, tapi terdapat peserta dari Sampang dan Bontang,” tambahnya.
Cahyono juga menyebutkan bahwa di tahun 2026, PWI Malang Raya ditargetkan menggelar dua kali UKW. Hal ini lantaran banyak wartawan yang sudah seharusnya naik jenjang.
“Juli 2026, PWI Malang Raya anggotanya yang sudah saatnya berganti jenjang dan tahun depan nanti targetnya kami akan menggelar dua kali UKW,” jelasnya.
Cahyono berterima kasih kepada Rektor UIBU yang mendukung penuh kegiatan PWI Malang Raya. Bahkan, mulai tahun 2012 kampus ini telah memfasilitas kegiatan PWI Malang Raya.
“Terima kasih pada Rektor UIBU yang selalu mendukung dan memfasilitas kegiatan PWI,” tegasnya.
Cahyono mengungkapkan, usai digelarnya UKW, para peserta bisa menerapkan ilmunya di lapangan. “Saya berharap, para peserta UKW dapat menjaga marwah organisasi PWI Malang Raya.”
Sementara itu, Direktur UKW PWI Pusat Eko Pamuji mengapresiasi secara keseluruhan para peserta.
Menurutnya, para peserta UKW sangat keren sekali dan memiliki pengalaman yang baik di lapangan.
Eko menyebut, kompeten artinya pantas. Jika sudah dinyatakan kompeten, berarti memang sudah pantas menjadi wartawan. Namun jika tidak lulus, dapat disebut pantas yang tertunda.
“Jika lulus dan dinyatakan kompeten, maka pantas menjadi wartawan. Jika belum lulus, namanya pantas yang tertunda,” ujarnya.
Koordinator Penguji Djoko Tetuko A. Latif mengatakan, tugas wartawan merupakan implementasi dari Alqur’an surat Al-Asr. Sebab, profesi wartawan memiliki tugas yang berat, dan pasti dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.
Djoko juga menyebutkan, 30 peserta dinyatakan kompeten dan empat peserta dinyatakan belum kompeten.
Wartawan
UKW periode ke-59 ini terdapat peserta terbaik dari berbagai jenjang. Mereka yang mendapat nilai tertinggi ialah:
Terbaik jenjang Muda: Eko Rudianto
Terbaik jenjang Madya: Muhammad Olifiansyah
Terbaik jenjang Utama: Febri Setiawan



