Garut Tutup Sementara Dapur Penyedia MBG Usai Ratusan Siswa Keracunan

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Foto: Gardu.id/ist)
banner 468x60

Garut, Gardu.id – Sebanyak 657 siswa di Garut, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibat insiden tersebut, dapur penyedia menu MBG sementara ditutup.

“Ya, di-pending itu kan berarti ditutup sementara,” ujar Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Senin (22/9/25).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Abdusy menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN), sementara daerah hanya sebagai penerima manfaat.

Menurutnya, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kadungora yang menyiapkan makanan untuk siswa tersebut, saat ini dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.

“Itu kan ranahnya BGN, jadi semua mulai dari izin pendirian, kemudian juga pengawasan, itu sampai saat ini masih dikontrol oleh BGN,” katanya.

Pemkab Garut, lanjutnya, sudah melakukan penanganan medis bagi seluruh siswa yang mengalami gejala keracunan makanan di Kecamatan Kadungora. Selain itu, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium, guna memastikan penyebab keracunan.

“Saya juga tidak bisa ngeduga-duga,” ucapnya.

Ia menambahkan, program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus berjalan sesuai tujuan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.

Peristiwa ini, kata Abdusy, akan menjadi perhatian khusus agar komunikasi lebih intensif dilakukan dengan pihak terkait, demi memastikan pelaksanaan program MBG berjalan aman, lancar, sehat, dan selamat.

“Yang pasti kami ingin menjamin, inilah kebutuhan pemerintah, Pak Presiden, harus berjalan dengan aman, lancar, penting, dan juga selamat dan sehat,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinkes Garut sudah mengambil sampel makanan untuk diuji serta menangani siswa yang mengalami gejala keracunan. Dari 657 siswa, 19 di antaranya sempat dirawat dan kini telah pulih.

Kejadian bermula pada Selasa (16/9), ketika sejumlah siswa di MA Maarif Cilageni, SMA Siti Aisyah, SMP Siti Aisyah, serta SDN 2 Mandalasari, Kecamatan Kadungora, mengeluhkan pusing, mual, dan muntah setelah makan di sekolah. Kondisi mereka memburuk keesokan harinya, Rabu (18/9), hingga banyak siswa dengan keluhan serupa harus diperiksa di puskesmas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60