KPAI Minta Penghentian Sementara Program MBG Usai Kasus Keracunan Melonjak

Ketua KPAI, Jasra Putra. (Foto: Gardu.id/ist)
banner 468x60

Jakarta, Gardu.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG), seiring meningkatnya kasus keracunan yang menimpa anak-anak. KPAI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara program melakukan evaluasi menyeluruh demi mencegah kasus serupa kembali terjadi.

“KPAI menyoroti berbagai peristiwa keracunan makanan yang terus meningkat, kejadiannya bukan menurun ya. Satu kasus anak yang mengalami keracunan bagi KPAI sudah cukup banyak,” ujar Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, dalam siaran pers, Minggu (21/9/25).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut KPAI, penghentian sementara diperlukan sampai instrumen panduan serta mekanisme pengawasan yang telah dibuat BGN benar-benar dapat dijalankan dengan baik. Jasra menegaskan, kasus keracunan yang dialami anak-anak penerima MBG, termasuk usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Keracunan makanan yang dialami anak Indonesia dalam program MBG, seperti sudah tidak bisa ditolerir. Saya kira pertahanan anak sekecil itu, sangat berbeda dengan orang dewasa. Apalagi kita tahu, kebijakan negara yang mengetahui kondisi dari dalam keluarga (masih sulit di tembus),” ucap Jasra.

Ia mengakui pemerintah memiliki target penyaluran MBG untuk anak-anak sebagai penerima manfaat. Namun, ia menekankan agar aspek kesehatan anak jangan diabaikan.

“Anak anak ini pertahanannya masih sangat lemah, tubuhnya masih perlu di tegakkan dengan dukungan khusus. Dan mereka tidak mudah mendeskripsikan kondisi kesehatan,” tuturnya.

Jasra juga menyoroti pentingnya kesadaran serta kepekaan terhadap masalah kesehatan anak. Menurutnya, diperlukan petugas khusus untuk menangani kasus keracunan makanan, terutama pada anak usia PAUD.

“Begitu juga bila mengalami situasi darurat, perlu alat-alat ter-standarisasi baik. Agar dapat di selamatkan, karena pertahanan mereka tidak sekuat kita,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60