Menko Pangan: Presiden Tegaskan Tutup Sementara SPPG Bermasalah

Ilustrasi aktifitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makan Bergizi Gratis (SPPG MBG). (Foto: Gardu.id/ist)
banner 468x60

Jakarta, Gardu.id – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan investigasi menyeluruh kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di berbagai daerah. Presiden bahkan tegas menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah ditutup sementara.

“Bagi pemerintah keselamatan anak adalah prioritas utama. SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara, dilakukan evaluasi dan investigasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan pada konferensi pers usai rapat koordinasi (rakor) tentang MBG di Gedung Kementerian Kesehatan di Jakarta, Minggu (28/9/25).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ia menjelaskan, instruksi presiden tersebut telah ditindaklanjuti dalam rakor bersama lintas kementerian dan lembaga. Evaluasi yang ditekankan di antaranya adalah kedisiplinan, kualitas, serta standar kemampuan juru masak di seluruh SPPG.

Selain itu, kata Zulhas, seluruh pemangku kepentingan digerakkan aktif dalam proses perbaikan program MBG. Pemerintah daerah, kementerian/ lembaga terkait harus bersama-sama aktif lakukan pengawasan.”

Kemenkes juga sudah ditugaskan untuk mengoptimalkan Puskesmas di seluruh daerah ikut memantau kegiatan SPPG secara rutin dan berkala. “Semua langkah diambil secara terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman, bergizi bagi seluruh masyarakat Indonesia.”

Sesaat setelah mendarat di Lanud Halim Perdana Kusuma seusai melakukan lawatan ke luar negeri selama sepekan, Presiden Prabowo menyatakan kasus keracunan pada pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah adalah masalah besar yang harus diatasi dengan baik.

“Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi, saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” kata Presiden Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/25).

Meski baru kembali dari kunjungan luar negeri selama tujuh hari, Prabowo mengaku terus memantau perkembangan kasus tersebut. “Habis ini, saya segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana bersama sejumlah pejabat terkait.”

Prabowo meyakini, hambatan yang muncul dapat segera diperbaiki agar tujuan program dapat tercapai. Sebaiknya tidak dipolitisasi, karena MBG ditujukan untuk membantu anak-anak yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi.

“Jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi adalah untuk anak anak kita yang sering sulit makan. Mungkin kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam. Ini yang harus kita atasi. Untuk memberi makan jutaan pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi,” kata Presiden.

Sebelumnya, terjadi peningkatan kasus keracunan usai mengonsumsi menu program MBG di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir, yang mengakibatkan banyak siswa harus mendapatkan penanganan medis.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60