Tinjau Al Khoziny, Menag Beri Bantuan dan Upayakan Standarisasi Bangunan Ponpes

Menag Nasaruddin Umar meninjau bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk, Senin (29/9/25) sore. (Foto: Gardu.id/Kemenag)
banner 468x60

Sidoarjo, Gardu.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau proses penyelamatan korban bangunan ambruk di Pesantren Al Khoziny di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (30/9/25) petang. Selain itu, Menag juga memberikan menyalurkan bantuan sebesar Rp610 juta, dan menyiapkan upaya agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Ini suatu pelajaran. Kita akan mencoba mengeliminir jangan lagi ada peristiwa seperti ini yang terjadi di tempat lain,” kata Nasaruddin di depan bangunan Ponpes Al Khoziny yang ambruk.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Menag Nasaruddin Umar menyerahkan bantuan Rp610 juta saat meninjau bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk, Senin (29/9/25) sore. (Foto: Gardu.id/Kemenag)

Langkah yang akan diambil, kata Menag, adalah kementeriannya akan merumuskan kebijakan khusus. Pembangunan pondok pesantren maupun madrasah wajib mengindahkan aturan pemerintah di bidang konstruksi bangunan agar aspek keselamatan santri dan masyarakat sekitar terjamin.

“Kami akan menciptakan suatu ketentuan khusus. Pembangunan ponpes dan madrasah dan apapun juga, sebaiknya mengindahkan peraturan yang berlaku, sebagaimana yang ditetapkan pemerintah di bidang pembangunan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Nasaruddin menyampaikan Kemenag akan segera menggelar pertemuan dengan para ahli pembangunan, guna menyusun panduan teknis yang dapat dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan agama dan keagamaan ketika mendirikan bangunan.

“Tekad kami, jangan lagi ada peristiwa yang sama terjadi di masa yang akan datang. Sesegera mungkin (kami) akan mengadakan pertemuan dengan pihak terkait karena kami bukan ahli bangunan. Nanti kami akan bekerja sama dengan pihak terkait,” ujarnya.

Menag Nasaruddin Umar akan mengupayakan perbaikan standarisasi bangunan ponpes dan madrasah saat meninjau bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk, Senin (29/9/25) sore. (Foto: Gardu.id/Kemenag)

Selain fokus pada pencegahan, Menag juga menekankan pentingnya penanganan aspek psikologis bagi keluarga dan santri terdampak. Stabilisasi emosi merupakan pendekatan awal yang harus dilakukan agar semua pihak dapat berpikir jernih dan mencari solusi terbaik.

“Saya ketemu Pak Kyai (pengasuh pesantren). Pendekatan pertama yang kami lakukan yaitu menyetabilkan emosi. Bagaimana menciptakan kondisi agar semua bisa berpikir objektif dan positif. Sebab, kalau kita berada dalam suasana sangat genting, tidak bisa memberi solusi terbaik,” ucapnya.

Menag Nasaruddin Umar meninjau bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk, Senin (29/9/25) sore. (Foto: Gardu.id/Kemenag)

Ia menambahkan, perhatian atas musibah ini tidak hanya datang dari Kemenag, tetapi juga dari lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang ikut memberikan dukungan guna meringankan beban keluarga korban. “Semoga santri yang lain tidak trauma, dan sedapat mungkin bisa melanjutkan pendidikannya seperti biasa.”

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur pada pukul 11.00 WIB, jumlah korban mencapai lebih 100 orang. RInciannya, 26 pasien rawat inap, 70 pasien pulang, satu pasien dirujuk, dan tiga orang meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan relawan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60